Pernah tak main game ni: kita pegang kedua belah tangan kawan kita dan tutup mata, kemudian jatuhkan badan kita ke belakang semaksimanya. (kalau belum pernah, boleh cuba sekarang). Apa perasaan masa tu? Takut tak yang kita mungkin terjatuh ke belakang? Ataupun sangat tenang dan yakin kawan kita akan pegang kuat-kuat tangan kita dan pastikan kita tak jatuh?
Betapa kita percaya pada kawan kita dan menyerahkan keselamatan diri kita padanya pada ketika itu ada kaitan yang rapat dengan percaya.
Kepercayaan bukanlah sesuatu yang boleh dibeli dengan harga yang murah. Kepercayaan hanya datang setelah kita saling mengenali dan meyakini unsur kebaikan dalam diri orang yang dipercayai itu.
Kepercayaan datang bersama dengan sangka baik akan kasih sayang dan kemampuan orang yang dipercayai.
Boleh jadi dalam hidup ini kita pernah dikhianati, kepercayaan yang kita berikan dimusnahkan dan dihancurkan oleh orang lain. Pasti sangat perit dan pastinya lebih payah memberikan kepercayaan buat kali yang kedua.
Tetapi bukan mustahil. Malah, menjadi suatu kemestian untuk kita belajar memberi kepercayaan semula setelah pernah dikecewakan kerana bila kita mula percaya barulah kita dapat merasai kembali kasih sayang dan sangka baik. Kekuatan utama untuk kembali percaya hanyalah daripada punca segala kekuatan; Allah swt.
Tsiqah billah ~ merasa tenang dan menyandarkan segala urusan dan keadaan diri pada Allah. Dengan bertambah kuatnya kepercayaan pada Allah, kita belajar untuk mempercayai kemampuan diri sendiri.
Seorang mukmin yang yakin pada Tuhannya akan juga yakin pada dirinya, bersangka baik akan potensi kebaikan yang pada dirinya. Seorang yang percaya pada Allah, akan juga sayang pada dirinya yang diciptakan oleh Allah.
Seorang yang selesa dengan keadaan dan kemampuan diri sendiri akan mudah memberikan kepercayaan pada potensi kebaikan dan kemampuan yang pada sesama manusia. Sebuah keluarga yang saling bersangka baik dan saling mempercayai insyaAllah akan dilimpahkan dengan nikmat kasih sayang yang banyaknya. Keluarga- keluarga yang berkasih sayang sesama mereka membentuk sebuah masyarakat yang penuh dengan nilai saling percaya dan berkasih sayang. Maka, lahirlah ummah yang penuh belas dan kasih terhadap sesamanya! Ummah terbaik yang menjadi impian~
Semuanya bermula dengan individu yang tsiqah billah..percaya sepenuhnya dan menyerahkan diri secara total pada Allah.